10 Contoh Penerapan Artificial Intelligence dalam Kehidupan Sehari-Hari
Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sering dibayangkan sebagai robot canggih di film. Kenyataannya, banyak dari kita sudah memakai AI setiap hari tanpa menyadarinya, mulai dari membuka ponsel di pagi hari sampai memesan ojek sepulang sekolah. Artikel ini membahas sepuluh contohnya dengan bahasa sederhana, ditambah catatan tentang cara memakai AI secara bijak bagi pelajar.
Sekilas tentang Artificial Intelligence
Secara sederhana, AI adalah teknologi yang membuat komputer mampu mengerjakan tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia, seperti mengenali gambar, memahami bahasa, atau mengambil keputusan. Banyak sistem AI modern bekerja dengan cara belajar dari contoh dalam jumlah sangat besar. Cabang ini disebut pembelajaran mesin (machine learning).
Sebagai gambaran, sistem yang "melihat" banyak sekali contoh email penipuan lama-kelamaan bisa mengenali ciri-ciri email serupa. Prinsip belajar dari pola inilah yang ada di balik sebagian besar contoh berikut.
Di Ponsel dan Media Sosial
Rekomendasi konten. Setelah kamu menonton video cara memasak rendang, platform video atau media sosial cenderung menampilkan video masakan lain. Sistem rekomendasi mempelajari kebiasaanmu, misalnya video yang ditonton sampai habis, disukai, atau dilewati, lalu memperkirakan konten yang mungkin kamu suka. Hal serupa terjadi di aplikasi belanja daring yang menampilkan daftar produk yang mungkin kamu minati.
Keyboard prediktif dan koreksi otomatis. Saat kamu mengetik "terima" di ponsel, keyboard sering langsung menyarankan kata "kasih". Fitur ini memprediksi kata berikutnya berdasarkan pola bahasa dan kebiasaan mengetikmu, sekaligus membetulkan salah ketik.
Kamera pintar dan buka kunci wajah. Banyak ponsel bisa membuka kunci dengan mengenali wajah pemiliknya. Kamera ponsel juga dapat mendeteksi wajah dalam bingkai foto, memburamkan latar belakang pada mode potret, atau menyesuaikan pengaturan saat kamu memotret pemandangan dan makanan.
Asisten suara. Asisten suara di ponsel atau pengeras suara pintar bisa diminta menyetel alarm, menelepon kontak, atau memberi tahu prakiraan cuaca. Di baliknya, AI mengubah suaramu menjadi teks, memahami maksud perintah, lalu menjawab dengan suara.
Saat Bepergian
Aplikasi peta dan navigasi. Aplikasi peta memperkirakan waktu tempuh dan menyarankan rute lain ketika jalan macet. Perkiraan ini dibuat dengan mengolah data lalu lintas, termasuk pola kepadatan pada jam-jam tertentu. Itu sebabnya perkiraan waktu dari rumah ke sekolah bisa berbeda antara pukul enam dan pukul tujuh pagi.
Transportasi daring. Aplikasi ojek dan taksi daring perlu mencocokkan penumpang dengan pengemudi terdekat, memperkirakan waktu jemput, dan menghitung tarif perjalanan. Semua itu dikerjakan oleh algoritma yang mengolah banyak data sekaligus, dan sistem seperti ini dapat memanfaatkan teknik pembelajaran mesin.
Di Email dan Perbankan
Filter spam. Layanan email memisahkan pesan penting dari spam dan email penipuan (phishing), misalnya email yang mengaku dari bank lalu meminta kata sandi. Filter spam umumnya belajar dari ciri-ciri pesan yang sebelumnya ditandai sebagai spam, seperti kata-kata tertentu, alamat pengirim, atau tautan yang mencurigakan.
Deteksi penipuan transaksi. Banyak bank dan layanan dompet digital memakai sistem yang memantau transaksi untuk mencari pola yang tidak biasa. Misalnya, ada transaksi besar dari kota lain pada tengah malam, padahal pemilik rekening biasanya hanya bertransaksi kecil di sekitar rumahnya. Sistem dapat menandai transaksi tersebut, menahannya sementara, atau meminta verifikasi tambahan.
Untuk Belajar dan Berkomunikasi
Penerjemah otomatis. Aplikasi penerjemah membantu kita memahami artikel berbahasa Inggris, menu makanan di luar negeri, atau petunjuk pemakaian barang impor. Beberapa aplikasi bahkan bisa menerjemahkan teks langsung dari kamera. Hasilnya cukup membantu, tetapi tetap bisa keliru untuk ungkapan, istilah khusus, atau kalimat yang bermakna ganda.
Chatbot dan asisten AI generatif. Banyak layanan pelanggan kini memakai chatbot untuk menjawab pertanyaan umum, seperti cara mengecek status pesanan atau mengganti kata sandi. Ada pula asisten AI generatif yang bisa diajak bertanya, meringkas bacaan, atau membantu menyusun kerangka tulisan. Alat ini berguna untuk belajar, asalkan digunakan dengan benar.
Menggunakan AI secara Bertanggung Jawab sebagai Pelajar
AI bisa menjadi teman belajar yang membantu. Supaya manfaatnya terasa dan tidak merugikan, ingat beberapa hal berikut:
- Periksa kebenarannya. AI generatif bisa memberikan jawaban yang terdengar meyakinkan padahal salah. Cocokkan dengan buku pelajaran, penjelasan guru, atau sumber resmi.
- Gunakan untuk memahami, bukan menyalin. Mintalah penjelasan langkah demi langkah atau contoh soal tambahan, lalu kerjakan tugasmu sendiri. Menyerahkan tulisan buatan AI sebagai karya sendiri termasuk perbuatan tidak jujur.
- Ikuti aturan sekolah. Setiap guru bisa punya aturan berbeda soal penggunaan AI dalam tugas. Tanyakan jika ragu, dan sebutkan dengan terbuka bila kamu memakainya.
- Jaga data pribadi. Jangan memasukkan nomor induk kependudukan, alamat rumah, kata sandi, atau foto pribadi ke layanan yang tidak jelas pengelolanya.
- Tetap latih kemampuanmu sendiri. Berpikir kritis, menulis, dan berhitung tetap perlu dilatih tanpa bantuan alat apa pun.
AI sudah menjadi bagian dari keseharian kita, dari peta di ponsel sampai sistem keamanan bank. Semakin kamu memahami cara kerjanya, semakin bijak pula kamu memanfaatkannya. Sebagai latihan, perhatikan aplikasi yang kamu pakai hari ini, tebak bagian mana yang memanfaatkan AI, lalu diskusikan hasilnya dengan teman atau guru.
Bacaan Lanjutan
- Kecerdasan buatan di Wikipedia: pengantar umum tentang AI dalam bahasa Indonesia.
- Komdigi: Kementerian Komunikasi dan Digital, untuk kebijakan dan literasi digital.