Kurikulum Merdeka: Contoh Modul Ajar dan Cara Membuatnya
Modul ajar adalah dokumen perencanaan pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka. Fungsinya mirip RPP, tetapi isinya biasanya lebih lengkap karena memuat asesmen, lembar kerja, dan bahan bacaan dalam satu paket. Banyak guru awalnya kewalahan melihat daftar komponennya, padahal jika dikerjakan berurutan dari Capaian Pembelajaran, prosesnya cukup runtut.
Posisi Modul Ajar dalam Perencanaan
Modul ajar tidak berdiri sendiri. Ia adalah ujung dari alur perencanaan berikut.
- Capaian Pembelajaran (CP) ditetapkan pemerintah untuk setiap fase, misalnya Fase B untuk kelas III dan IV SD.
- Tujuan Pembelajaran (TP) dirumuskan guru atau satuan pendidikan dari CP tersebut.
- Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) menyusun TP secara berurutan sepanjang fase.
- Modul ajar merinci cara mencapai satu atau beberapa TP dalam sejumlah pertemuan.
Guru boleh memakai modul ajar yang disediakan Kementerian, memodifikasinya, atau menyusun sendiri. Panduan pembelajaran dan asesmen menyebut komponen minimum modul ajar adalah tujuan pembelajaran, langkah atau kegiatan pembelajaran, rencana asesmen, dan media pembelajaran. Komponen lain bisa ditambahkan sesuai kebutuhan sekolah.
Komponen Modul Ajar yang Lengkap
Format yang banyak dipakai sekolah membagi modul ajar menjadi tiga bagian.
| Bagian | Isi |
|---|---|
| Informasi umum | Identitas penulis dan sekolah, fase dan kelas, alokasi waktu, kompetensi awal, profil pelajar yang dikembangkan, sarana dan prasarana, target peserta didik, model pembelajaran |
| Komponen inti | Tujuan pembelajaran, asesmen, pemahaman bermakna, pertanyaan pemantik, kegiatan pembelajaran, refleksi peserta didik dan guru |
| Lampiran | Lembar kerja peserta didik (LKPD), pengayaan dan remedial, bahan bacaan guru dan peserta didik, glosarium, daftar pustaka |
Sejak 2025, Kemendikdasmen memperkenalkan pendekatan pembelajaran mendalam dan memperbarui rumusan profil lulusan. Karena itu, format modul ajar di sekolah Bapak/Ibu mungkin sudah disesuaikan. Sebelum menyusun, cek panduan terbaru di laman resmi Kemendikdasmen dan tanyakan format yang disepakati di sekolah.
Langkah Menyusun Modul Ajar
- Baca CP dan ATP. Pilih TP yang akan dicapai. Perhatikan TP sebelum dan sesudahnya agar isi modul tidak tumpang tindih.
- Kenali peserta didik. Gunakan asesmen diagnostik sederhana, misalnya tanya jawab di awal atau beberapa soal pendek, untuk melihat kemampuan awal dan minat mereka.
- Rumuskan TP secara operasional. TP yang baik memuat kompetensi yang bisa diamati, seperti menjelaskan, membandingkan, menulis, atau mempraktikkan, serta konten yang jelas.
- Rancang asesmen lebih dulu. Tentukan bukti apa yang menunjukkan TP tercapai, lalu tetapkan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP).
- Susun kegiatan. Bagi menjadi pendahuluan, inti, dan penutup. Pilih model yang cocok, misalnya inkuiri, problem based learning, atau project based learning.
- Siapkan lampiran. LKPD, bahan bacaan, dan media dibuat setelah alur kegiatan jelas, bukan sebaliknya.
- Refleksi dan revisi. Setelah modul dipakai, catat bagian yang berjalan baik dan bagian yang perlu diubah.
Contoh Ringkas Modul Ajar IPAS Kelas IV
Berikut contoh ringkas yang bisa Bapak/Ibu kembangkan sesuai kondisi kelas.
Informasi umum
- Fase/kelas: B / IV SD
- Topik: Perubahan wujud zat
- Alokasi waktu: 2 JP (2 × 35 menit)
- Kompetensi awal: peserta didik mengenal benda padat, cair, dan gas di sekitarnya
- Model pembelajaran: inkuiri terbimbing
- Sarana: es batu, gelas plastik bening, piring kecil, air panas dalam termos (hanya ditangani guru), LKPD
Komponen inti
- TP: Peserta didik dapat menjelaskan peristiwa mencair, membeku, menguap, dan mengembun berdasarkan pengamatan sederhana.
- Pemahaman bermakna: Wujud benda dapat berubah karena pengaruh panas, dan perubahan itu terjadi setiap hari di sekitar kita.
- Pertanyaan pemantik: "Mengapa es batu di gelas es teh lama-lama hilang?" dan "Ke mana perginya air dari baju yang dijemur?"
- Pendahuluan (10 menit): salam, doa, presensi, pertanyaan pemantik, dan penyampaian tujuan.
- Inti (50 menit): kelompok berisi empat sampai lima peserta didik mengamati es batu di gelas pada suhu ruang. Guru menuangkan air panas ke gelas lain lalu menutupnya dengan piring, kemudian peserta didik mengamati titik-titik air di bagian bawah piring. Temuan dicatat di LKPD dan dipresentasikan singkat. Guru meluruskan konsep yang masih keliru.
- Penutup (10 menit): menyimpulkan bersama, exit ticket berisi satu contoh perubahan wujud di rumah, dan refleksi.
- Asesmen: diagnostik lewat tanya jawab awal, formatif lewat LKPD dan observasi diskusi, ditambah exit ticket.
- KKTP: peserta didik dianggap mencapai TP jika mampu memberi contoh dan menjelaskan penyebab minimal dua jenis perubahan wujud.
Lampiran
LKPD pengamatan, bacaan singkat tentang perubahan wujud zat, dan glosarium (mencair, membeku, menguap, mengembun). Untuk pengayaan, peserta didik bisa mengamati proses membuat es lilin di rumah. Untuk peserta didik yang butuh dukungan, siapkan kartu bergambar setiap perubahan wujud agar mereka bisa mencocokkannya lebih dulu sebelum menulis penjelasan.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- TP terlalu luas. Rumusan "memahami perubahan wujud zat" sulit diukur. Gunakan kata kerja yang bisa diamati.
- Asesmen tidak sejalan dengan kegiatan. Kegiatannya berupa praktik dan pengamatan, tetapi asesmennya hanya pilihan ganda tentang definisi.
- Menyalin modul tanpa menyesuaikan. Modul dari sekolah dengan fasilitas lengkap belum tentu cocok untuk kelas dengan sarana terbatas.
- Terlalu tebal. Modul yang terlalu panjang justru jarang dibuka saat mengajar. Buat ringkas dan mudah dibaca sekilas.
Modul ajar yang baik adalah modul yang benar-benar dipakai di kelas. Mulailah dari satu TP, rancang asesmennya, lalu susun kegiatan yang membawa peserta didik ke sana. Setelah diajarkan, revisi berdasarkan pengalaman di kelas. Dengan cara itu, modul ajar Bapak/Ibu akan makin matang dari tahun ke tahun.
Bacaan Lanjutan
- Ruang Guru Kemendikdasmen: platform resmi untuk guru, termasuk contoh perangkat ajar.