BSClGSO9TSG9TSYoTSr9TSdiTY==

Vivo Berubah Total: 5 Poin Penting Kenapa X300 Pro Kini Jadi Flagship yang Lengkap

Masalah Klasik yang Akhirnya Terpecahkan

Pernahkah Anda merasakan dilema memiliki smartphone dengan spesifikasi hardware monster, tapi terasa tertahan oleh software yang biasa-biasa saja? Ini adalah masalah klasik yang sering dialami para pencinta gadget. Selama bertahun-tahun, inilah yang dirasakan banyak orang terhadap HP flagship Vivo. Saking mengganggunya, David dari GadgetIn bahkan sampai beralih dari foldable Vivo ke Samsung, meskipun ia mengakui hardware Vivo jelas lebih superior. Namun, penantian panjang itu akhirnya berakhir. Dengan hadirnya Vivo X300 Pro, masalah fundamental ini akhirnya terpecahkan.

1: Akhirnya, Software Vivo Selevel dengan Hardware-nya (Halo, Origin OS!)

Peningkatan paling penting dan berdampak besar pada Vivo X300 Pro adalah satu hal: peralihan dari Funtouch OS ke Origin OS untuk pasar Indonesia. Ini adalah pembaruan yang telah dinanti-nantikan para fans Vivo selama bertahun-tahun. David GadgetIn menceritakan pengalaman pribadinya beralih dari foldable Vivo ke Samsung secara spesifik karena Funtouch OS terasa "bosenin" dan "terlalu basic" dibandingkan antarmuka Android lain.

Padahal hardware Vivo itu jelas lebih bagus.

Kehadiran Origin OS membawa angin segar yang membuat software Vivo akhirnya mampu mengimbangi kehebatan hardware-nya. Berikut adalah rangkuman peningkatannya:

  • Visual Lebih Cantik: Tampilan antarmuka kini jauh lebih modern dengan estetika seperti kaca (glass-like), mirip dengan yang ditemukan pada iPhone, memberikan kesan yang sangat baru.
  • Kustomisasi Mendalam: Pengguna kini bisa mengubah tampilan lock screen secara ekstensif, mulai dari ukuran dan posisi jam hingga menambahkan efek gerak yang mengikuti gerakan ponsel.
  • Animasi Lebih Hidup: Setiap transisi, mulai dari membuka aplikasi hingga folder, terasa lebih mulus dan hidup. Ini membuat interaksi dengan ponsel terasa lebih responsif dan menyenangkan.
  • Fitur Fungsional Baru: Munculnya "Origin Island" sebagai shortcut dan pratinjau mini untuk aplikasi yang sedang berjalan, serta panel pengaturan cepat (quick settings) yang didesain ulang dan kini dilengkapi dengan slider volume.

Langkah ini adalah "langkah yang sangat penting buat Vivo Indonesia" karena berhasil menutup celah kelemahan terbesar mereka dan membuat lini flagship-nya menjadi kompetitor yang sesungguhnya.

2: Kamera Hebat dengan Paket Aksesoris yang... Aneh

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Vivo X series selalu unggul dalam kualitas kamera, jadi performa hebat sudah bisa ditebak. Namun, ada dua detail spesifik yang sangat menonjol pada X300 Pro:

  • Pertama, konsistensi ketajaman antara lensa ultrawide dengan lensa utamanya. Ini adalah pencapaian yang luar biasa karena "belum banyak lho HP" yang mampu melakukannya.
  • Kedua, performa telephoto yang tetap mengagumkan. Contohnya adalah kemampuan mengambil foto konser yang tetap tajam dari jarak jauh, bahkan dalam kondisi panggung yang minim cahaya di malam hari.

Namun, ada hal mengejutkan di balik kehebatan kameranya: strategi penjualan aksesoris fotografi opsional yang membingungkan. Jika Anda ingin mendapatkan paket fotografi profesional yang lengkap—meliputi casing, grip dengan tombol shutter, dan lensa telephoto tambahan—Anda harus membeli dua paket terpisah. Vivo tidak menjual satu paket lengkap yang berisi semuanya.

3: Performa Kencang yang Juga Stabil dan Adem

Meskipun Vivo X300 Pro dibekali spesifikasi kelas atas seperti chipset Dimensity 9500 dan RAM 16GB, hal yang paling impresif bukanlah angka di atas kertas, melainkan performa stabilnya di dunia nyata. Data pengujian spesifik menjadi buktinya:

  • Saat memainkan game berat seperti Genshin Impact dengan pengaturan grafis maksimal (rata kanan), ponsel ini mampu mempertahankan rata-rata 59 fps dengan stabil.
  • Untuk game yang lebih ringan seperti Mobile Legends, performanya sangat mulus di angka 120 fps.

Manajemen suhunya pun sangat efektif. Di bawah beban kerja berat, suhu maksimalnya tetap "aman" di angka 45 derajat Celsius. Sementara itu, saat digunakan untuk bermain game ringan, ponsel ini terasa "super adem" dan suhunya bahkan tidak mencapai 40 derajat.

4: Satu Tombol Baru yang Memberi Banyak Kemudahan

Vivo menambahkan satu detail perangkat keras kecil namun sangat praktis: sebuah tombol fisik baru di sisi kiri bingkai X300 Pro. Tombol ini berfungsi sebagai shortcut yang bisa dikustomisasi sepenuhnya oleh pengguna. Beberapa fungsi yang bisa diatur untuk tombol ini antara lain:

  • Beralih antara mode getar dan mode suara.
  • Menyalakan senter (flashlight).
  • Membuka aplikasi kamera atau perekam suara dengan cepat.
  • Meluncurkan aplikasi lain pilihan pengguna.

Ini adalah peningkatan kualitas hidup (quality-of-life) yang signifikan dan memberikan nilai tambah nyata pada pengalaman penggunaan sehari-hari.

5: Harganya Naik, Tapi Posisinya Justru Makin Kuat

Faktanya, harga Vivo X300 Pro mengalami kenaikan sebesar Rp 1 juta dibandingkan pendahulunya, kini dibanderol seharga Rp 18.999.000. Namun, konteksnya membuat poin ini menjadi menarik: meskipun harganya naik, ia tetap lebih terjangkau dibandingkan para pesaing utamanya.

Penempatan harga yang strategis ini membuat Vivo X300 Pro menjadi penantang yang sangat kuat di pasar flagship. Ia masih lebih terjangkau dibandingkan flagship terbaru dari para rival utamanya seperti Oppo dan Samsung, yang harganya sering kali tembus di angka Rp 20 juta atau lebih.

Pertanyaan Terakhir untuk Anda

Dengan memperkenalkan Origin OS ke pasar Indonesia, Vivo akhirnya berhasil menciptakan sebuah produk flagship di mana sisi software sama monsternya dengan sisi hardware. Hasilnya adalah sebuah paket komplet yang berhasil menambal kelemahan terbesarnya selama ini. Ini bukan lagi sekadar HP dengan kamera dan performa hebat, tetapi sebuah pengalaman premium yang utuh.

Dengan kombinasi hardware monster dan software yang kini menawan, apakah ini saatnya para pengguna brand lain mulai melirik Vivo secara serius?

Komentar0

Type above and press Enter to search.