BSClGSO9TSG9TSYoTSr9TSdiTY==

5 Hal Paling Mengejutkan dari POCO F8 Ultra: Bukan Cuma Soal Speaker!


Kehadiran flagship baru POCO F8 Ultra sontak menarik perhatian para penggemar teknologi. Dengan spesifikasi gahar seperti chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan kolaborasi audio bersama Bose, ekspektasi terhadap ponsel ini tentu sangat tinggi. Namun, sesi unboxing versi global ini mengungkap beberapa aspek mengejutkan yang memaksa kita mengevaluasi kembali apa arti sebuah flagship: apakah soal paket penjualan yang lengkap, atau beberapa fitur revolusioner yang mengubah standar industri?

1. Kotak Tipis, Charger Hilang: Kejutan Pahit di Varian Global

Kejutan pertama langsung terasa saat memegang kotaknya yang tipis dan ringan. Benar saja, saat dibuka, kotak POCO F8 Ultra versi global ini tidak menyertakan kepala charger, padahal ponsel ini mendukung pengisian daya super cepat 100W. Ini adalah sebuah anomali, terutama jika dibandingkan dengan pasar Indonesia, di mana Xiaomi dan POCO secara konsisten selalu memberikan paket penjualan yang lengkap.

Langkah ini mengingatkan pada sejarah Xiaomi di Tiongkok, di mana mereka sempat menghilangkan charger hingga protes publik membuat mereka menawarkannya sebagai opsi tambahan. Untungnya, tradisi di Indonesia masih kuat. Harapan besar kini tertumpu pada POCO Indonesia untuk tetap mempertahankan tradisinya, mengingat harga charger 100W yang tidak murah jika harus dibeli terpisah.

"saya bangga jadi orang Indonesia soalnya chargernya itu juga bukan charger yang sembarangan ya dia Poco F8 Ultra ini udah support charging sampai 100 watt kalau misalnya gak dikasih itu kalau mau beli sampai 100 watt harganya berapa itu itu charger bagus itu"


2. Speaker Berstandar Baru: Subwoofer Khusus Kalahkan iPhone

Inilah kejutan yang paling impresif. POCO F8 Ultra hadir dengan sistem speaker 2.1 yang unik, hasil kolaborasi dengan Bose, yang dilengkapi subwoofer khusus di bagian belakang bodi. Untuk mengujinya, ponsel ini langsung diadu dengan iPhone 17 Pro, yang selama ini dikenal memiliki kualitas audio terbaik.

Hasilnya sungguh di luar dugaan. Kualitas audio POCO F8 Ultra menang telak di semua aspek. Suaranya terdengar lebih detail, lebih kencang, dan memiliki karakter "bulat" yang begitu mantap dan mampu menggetarkan hati. Sang reviewer, yang selama ini memegang iPhone sebagai standar tinggi, dibuat terkejut karena perbedaannya bahkan tidak tipis—ini adalah pengalaman audio next level. Kualitas audio ini sukses menciptakan standar baru untuk speaker ponsel pintar.

"wow saya terharu sih wow Poco bisa memberikan perbedaan w bulatnya mantap nih yang iPhone udah bagus cuma yang Poco ini bulatnya wuh mantap menggetarkan hati uh wow ini standar baru sih"

3. Sukses Menjinakkan "Naga": Performa Stabil Tanpa Panas Berlebih

Penggunaan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 sempat menimbulkan kekhawatiran ("ngeri-ngeri sedap"). Pasalnya, chipset yang sama pada Xiaomi 17 Pro Max menunjukkan isu panas berlebih dan throttling yang cukup parah. Hal ini memunculkan pertanyaan krusial di industri: apakah masalah panas sebuah chipset itu bawaan, atau kegagalan dari rekayasa pabrikan?

POCO F8 Ultra memberikan jawaban yang definitif. Ponsel ini terbukti berhasil "menjinakkan" chipset ganas tersebut. Saat diuji bermain game selama 30 menit di map terbaru, performanya tetap stabil di angka 60 FPS. Manajemen termalnya pun sangat mengesankan, dengan suhu yang terjaga di kisaran aman 43-44 derajat Celcius. Ini membuktikan bahwa performa optimal bukan hanya soal chipset, tetapi juga soal kehebatan implementasi sebuah ponsel.

4. Desain "Jeans" yang Berani (dan Aneh?)

POCO kembali menunjukkan keberaniannya dalam desain. Varian "denim blue" memiliki panel belakang dengan tekstur yang menyerupai kain jeans. Ini bukanlah kain sungguhan, melainkan material sintetis dengan nano-texture yang membuatnya terasa kesat dan tidak licin.

Desain ini menimbulkan perasaan campur aduk. Di satu sisi, ini adalah identitas POCO yang sangat unik dan berani. Di sisi lain, menurut sang reviewer, tampilannya justru membuatnya terlihat seperti memakai skin dari pihak ketiga seperti Exacoat. Ia mengaku "enggak terlalu kena" dengan estetika ini. Detail lain seperti emblem POCO yang mengilap dan empat lubang kamera "boba" (di mana salah satunya kosong) menambah keunikan pada desainnya.

5. Kamera Flagship yang Ternyata Punya Celah

Kamera utama 50MP di POCO F8 Ultra bekerja sesuai ekspektasi sebuah flagship: menghasilkan foto yang bagus baik di kondisi siang maupun malam. Namun, dalam unit global ini, kamera pendampingnya menunjukkan beberapa inkonsistensi yang mengejutkan.

Masalah spesifik ditemukan pada kamera ultrawide. Anehnya, saat digunakan pada siang hari, warna yang dihasilkan cenderung lebih pudar (puder) dibandingkan kamera utama. Namun, saat digunakan pada malam hari, konsistensi warnanya justru terasa lebih baik. Sementara itu, kamera telephoto-nya memang bagus, tetapi kualitasnya belum bisa menyaingi level para kompetitor teratas seperti Vivo, Oppo, atau Samsung. Batasan terakhir adalah kamera depan yang perekaman videonya hanya mentok di 4K 30 FPS, sebuah kekurangan untuk ponsel berlabel "Ultra" di era sekarang.

Menanti Versi Indonesia yang Sempurna

POCO F8 Ultra versi global adalah sebuah ponsel yang penuh kejutan. Di satu sisi, ia adalah powerhouse dengan performa stabil dan kualitas speaker yang revolusioner. Di sisi lain, ia hadir dengan kompromi yang cukup signifikan seperti hilangnya charger dan kamera yang belum sepenuhnya konsisten. Kita semua menantikan kehadiran versi resminya di tanah air, dengan harapan besar POCO Indonesia akan menyajikan paket yang lebih lengkap dengan harga yang tetap kompetitif.

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya ini, akankah POCO F8 Ultra versi Indonesia nanti mampu mempertahankan takhtanya sebagai 'flagship killer' sejati?

Komentar0

Type above and press Enter to search.