Sudut Edu

Memahami Statistik Sepak Bola: xG, Penguasaan Bola, dan Tembakan

28 Oktober 2026 · Sport

Siaran sepak bola kini hampir selalu menampilkan deretan angka: penguasaan bola, jumlah tembakan, sampai xG. Angka-angka itu membantu memahami jalannya pertandingan, asalkan Anda tahu apa yang diukur dan apa yang luput. Panduan ini membahas cara menghitung dan membaca statistik yang paling sering muncul, untuk penonton maupun guru PJOK.

Semua contoh memakai pertandingan rekaan, Tim A vs Tim B, yang dimenangi Tim B 2-1. Angkanya dibuat untuk latihan, bukan data laga sungguhan.

Ringkasan Statistik Tim A vs Tim B

Statistik Tim A Tim B
Gol 1 2
Penguasaan bola 65% 35%
Tembakan 18 7
Tembakan tepat sasaran 5 4
Expected goals (xG) 1,25 1,57
Umpan berhasil dari total umpan 452 dari 520 210 dari 280
PPDA 8 13

Sekilas, Tim A tampak mendominasi: memegang bola hampir dua pertiga laga dan menembak lebih dari dua kali lipat. Namun Tim B yang menang. Bagian berikut menjelaskan mengapa hasil seperti ini wajar.

Penguasaan Bola

Penguasaan bola (possession) menunjukkan porsi pertandingan ketika sebuah tim memegang bola. Penyedia data menghitungnya dengan cara berbeda. Sebagian membandingkan jumlah umpan kedua tim, sebagian lagi mengukur lama waktu bola dikuasai, sehingga angka untuk laga yang sama bisa sedikit berbeda di dua situs.

Dengan metode umpan, Tim A melepas 520 umpan dan Tim B 280 umpan, totalnya 800.

  • Tim A: 520 ÷ 800 × 100% = 65%
  • Tim B: 280 ÷ 800 × 100% = 35%

Angka ini menggambarkan gaya bermain, bukan kualitas serangan.

Tembakan dan Tembakan Tepat Sasaran

Tembakan mencakup semua upaya mencetak gol, termasuk yang melenceng atau diblok. Tembakan tepat sasaran adalah tembakan yang menjadi gol atau harus diselamatkan kiper. Tembakan yang membentur tiang biasanya tidak dihitung tepat sasaran, walau definisinya bisa sedikit berbeda antarpenyedia data.

  • Tim A: 5 ÷ 18 × 100% ≈ 27,8% tepat sasaran
  • Tim B: 4 ÷ 7 × 100% ≈ 57,1% tepat sasaran

Jumlah tembakan saja bisa menyesatkan. Sepuluh tembakan dari jarak 30 meter belum tentu lebih berbahaya daripada satu peluang di depan gawang. Untuk mengukur kualitas peluang, analis memakai xG.

Expected Goals (xG): Mengukur Kualitas Peluang

Expected goals (xG) adalah perkiraan kemungkinan sebuah tembakan berbuah gol, dengan nilai dari 0 sampai 1. Model xG dibangun dari data ribuan tembakan di masa lalu dan mempertimbangkan faktor seperti jarak dan sudut ke gawang, bagian tubuh yang dipakai (kaki atau kepala), jenis umpan sebelumnya (terobosan, umpan silang, atau umpan tarik), serta situasi permainan seperti serangan balik atau bola mati.

Tembakan dengan xG 0,10 berarti dari banyak tembakan serupa, kira-kira 1 dari 10 menjadi gol. Penalti dalam banyak model bernilai sekitar 0,76, meski angka pastinya bergantung pada penyedia data. xG sebuah tim dalam satu laga adalah jumlah xG semua tembakannya.

Rincian laga rekaan kita (nilai tiap tembakan juga rekaan):

Jenis peluang Tembakan xG per tembakan Total xG
Tim A: dari luar kotak penalti 10 0,03 0,30
Tim A: dalam kotak, sudut sempit 5 0,08 0,40
Tim A: sundulan dari umpan silang 2 0,10 0,20
Tim A: satu lawan satu dengan kiper 1 0,35 0,35
Jumlah Tim A 18 1,25
Tim B: penalti 1 0,76 0,76
Tim B: jarak dekat dari umpan tarik 1 0,45 0,45
Tim B: dalam kotak penalti 2 0,12 0,24
Tim B: dari luar kotak penalti 3 0,04 0,12
Jumlah Tim B 7 1,57

Rata-rata, Tim A hanya menghasilkan 1,25 ÷ 18 ≈ 0,07 xG per tembakan, sedangkan Tim B 1,57 ÷ 7 ≈ 0,22. Tim B menembak lebih jarang, tetapi dari posisi yang jauh lebih menjanjikan.

Batasan xG yang perlu diingat:

  • xG tidak sepenuhnya mencerminkan kualitas penyelesaian akhir atau penampilan kiper.
  • Peluang yang tidak berujung tembakan, misalnya umpan silang yang nyaris disambar, tidak tercatat.
  • Model dari penyedia berbeda bisa memberi angka berbeda untuk tembakan yang sama.
  • Dalam satu laga, kebetulan berperan besar. Gambaran yang lebih bisa dipercaya muncul dari banyak pertandingan.

Umpan dan Akurasi Umpan

Akurasi umpan adalah jumlah umpan yang sampai ke rekan setim dibagi total umpan.

  • Tim A: 452 ÷ 520 × 100% ≈ 86,9%
  • Tim B: 210 ÷ 280 × 100% = 75,0%

Angka tinggi belum tentu berarti permainan bagus. Umpan pendek ke samping atau ke belakang hampir selalu berhasil dan mendongkrak akurasi. Tim yang sering mengirim umpan terobosan atau umpan panjang untuk serangan balik, seperti Tim B, wajar punya akurasi lebih rendah karena umpannya lebih berisiko.

PPDA: Mengukur Intensitas Pressing

PPDA (passes allowed per defensive action) menunjukkan berapa umpan yang dibiarkan lawan lakukan sebelum sebuah tim melakukan aksi bertahan, seperti tekel, intersepsi, duel, atau pelanggaran. Biasanya PPDA hanya dihitung di area tempat lawan membangun serangan, misalnya sekitar 60% lapangan yang paling dekat dengan gawang lawan. Batas area ini berbeda antarpenyedia data.

Rumusnya: umpan lawan di area tersebut ÷ aksi bertahan tim di area yang sama.

  • Tim A: Tim B membuat 160 umpan di area itu, Tim A melakukan 20 aksi bertahan. PPDA = 160 ÷ 20 = 8.
  • Tim B: Tim A membuat 390 umpan di area itu, Tim B melakukan 30 aksi bertahan. PPDA = 390 ÷ 30 = 13.

Semakin kecil PPDA, semakin agresif sebuah tim menekan. Tim A menekan tinggi, sedangkan Tim B memilih menunggu di area sendiri. Keduanya pilihan taktik yang sah. PPDA menunjukkan gaya bertahan, bukan mana yang lebih baik.

Mengapa Penguasaan Bola Tidak Sama dengan Kemenangan

  1. Lokasi bola lebih penting daripada lamanya. Mengoper di lini tengah sendiri menambah penguasaan bola tanpa mendekatkan tim ke gol.
  2. Lawan bisa sengaja menyerahkan bola. Tim yang bertahan rapat dan mengandalkan serangan balik justru mendapat ruang saat lawan maju.
  3. Situasi skor mengubah perilaku tim. Tim yang unggul sering membiarkan lawan menguasai bola, sementara tim yang tertinggal terpaksa menyerang.
  4. Kualitas peluang menentukan. Beberapa peluang emas bisa lebih berharga daripada belasan tembakan spekulatif.

Cara Memakai Statistik Saat Menonton

  1. Lihat skor dan xG bersama. Selisih besar menandakan ada faktor lain, seperti penampilan kiper atau penyelesaian akhir.
  2. Bagi xG dengan jumlah tembakan untuk menilai kualitas rata-rata peluang.
  3. Catat momen yang mengubah laga, misalnya gol cepat atau kartu merah. Statistik sesudahnya sering mencerminkan situasi, bukan kekuatan tim.
  4. Nilai tren dari beberapa pertandingan sebelum menyimpulkan sebuah tim sedang bagus atau buruk.

Memakai Statistik di Kelas PJOK

Statistik bisa membuat pelajaran sepak bola lebih bermakna, terutama setelah siswa menguasai teknik dasar seperti dalam materi permainan bola besar sepak bola. Dua aktivitas yang bisa dicoba:

  • Lembar pencatatan. Saat permainan kecil, misalnya 5 lawan 5, siswa yang sedang tidak bermain mencatat umpan berhasil, umpan gagal, tembakan, dan tembakan tepat sasaran, lalu menghitung persentasenya dan membandingkannya dengan hasil akhir.
  • xG versi kelas. Tandai zona tembakan dekat, sedang, dan jauh di depan gawang. Setiap siswa menembak dari tiap zona, lalu kelas menghitung rasio gol per zona. Jika zona dekat menghasilkan 21 gol dari 30 tembakan, nilainya 21 ÷ 30 = 0,70. Jika zona jauh menghasilkan 6 gol dari 30 tembakan, nilainya 6 ÷ 30 = 0,20. Siswa langsung melihat mengapa posisi tembakan penting, sekaligus berlatih persentase dan peluang.

Statistik sepak bola membantu kita melihat hal yang mudah terlewat, seperti kualitas peluang dan cara sebuah tim menekan. Namun setiap angka punya batas: penguasaan bola tidak menjamin kemenangan, dan xG tidak menggantikan pengamatan yang jeli. Gunakan statistik sebagai titik awal diskusi, lalu bandingkan dengan apa yang terjadi di lapangan.

Bacaan Lanjutan