Sudut Edu

PTK: Penggunaan Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

1 Desember 2022 ยท Edu News

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah cara guru memperbaiki pembelajaran di kelasnya sendiri secara terencana dan terdokumentasi. Topik penggunaan media pembelajaran termasuk yang paling banyak dipilih karena masalahnya dekat dengan keseharian: murid sulit memahami konsep abstrak, lalu guru menghadirkan alat bantu yang membuat konsep itu bisa dilihat dan dipegang. Tulisan ini membahas cara menyusun PTK bertema media, bagian demi bagian.

Ciri PTK dan Kapan Media Tepat Dipilih

PTK dilakukan oleh guru di kelas yang ia ajar, berangkat dari masalah nyata, dan berjalan dalam siklus. Setiap siklus umumnya terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil refleksi siklus pertama menjadi dasar perbaikan pada siklus berikutnya.

Media pembelajaran tepat dijadikan tindakan jika akar masalahnya memang berkaitan dengan cara materi disajikan. Contohnya, murid kelas IV sulit memahami pecahan senilai karena hanya melihat angka di papan tulis. Lain halnya jika masalah utamanya adalah murid sering terlambat atau kurang tidur. Di situ media bukan jawaban yang tepat. Lakukan diagnosis dulu dengan melihat hasil asesmen, mewawancarai beberapa murid, dan membaca catatan mengajar Anda sendiri.

Menyusun Judul PTK

Judul PTK yang baik biasanya memuat lima unsur: tindakan (media yang digunakan), sasaran perbaikan (hasil belajar), mata pelajaran dan materi, subjek penelitian, serta tempat dan waktu. Contohnya:

Penggunaan Media Kartu Pecahan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Pecahan Senilai pada Peserta Didik Kelas IV SD Negeri X Tahun Pelajaran 20XX/20XX

Sesuaikan nama media, materi, kelas, dan sekolah dengan kondisi Anda. Hindari judul yang terlalu umum, misalnya "Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa", karena judul seperti itu tidak menjelaskan tindakan apa yang diuji.

Bab I: Latar Belakang, Rumusan Masalah, dan Tujuan

Latar belakang

Latar belakang yang kuat biasanya mengikuti alur berikut.

  1. Kondisi ideal. Apa yang diharapkan dari murid berdasarkan CP dan TP.
  2. Kondisi nyata. Apa yang terjadi di kelas Anda, didukung data asli dari asesmen dan pengamatan. Tuliskan apa adanya, misalnya "Dari ... peserta didik, sebanyak ... orang belum mencapai KKTP pada asesmen formatif materi pecahan senilai."
  3. Analisis penyebab. Mengapa kesenjangan itu terjadi.
  4. Alternatif tindakan. Media yang dipilih dan alasan memilihnya.

Rumusan masalah

Rumusan masalah ditulis dalam bentuk pertanyaan yang langsung terkait dengan judul. Contoh:

  • Bagaimana penerapan media kartu pecahan dalam pembelajaran materi pecahan senilai di kelas IV SD Negeri X?
  • Apakah penggunaan media kartu pecahan dapat meningkatkan hasil belajar matematika materi pecahan senilai pada peserta didik kelas IV SD Negeri X?

Tujuan dan manfaat

Tujuan penelitian menjawab rumusan masalah satu per satu. Manfaat ditulis untuk murid, guru, dan sekolah secara singkat dan realistis.

Bab II: Kajian Pustaka dan Hipotesis Tindakan

Bab ini berisi teori tentang hasil belajar, media pembelajaran, dan materi yang diajarkan. Gunakan buku dan jurnal yang benar-benar Anda baca, lalu cantumkan di daftar pustaka. Jika mengutip penelitian sebelumnya, pastikan sumbernya bisa ditelusuri.

Tutup bab ini dengan kerangka berpikir dan hipotesis tindakan. Contoh: Jika media kartu pecahan digunakan dalam pembelajaran pecahan senilai, maka hasil belajar peserta didik kelas IV SD Negeri X akan meningkat.

Bab III: Merancang Siklus dan Indikator Keberhasilan

Jelaskan tempat dan waktu penelitian, subjek penelitian (jumlah murid di kelas tersebut), serta kolaborator, biasanya teman sejawat yang bertugas sebagai pengamat. Rancangan siklusnya bisa diringkas seperti berikut.

Tahap Contoh kegiatan pada siklus I
Perencanaan Menyusun modul ajar yang memakai kartu pecahan, membuat kartu, menyiapkan lembar observasi dan soal tes
Pelaksanaan Mengajar sesuai modul ajar, murid berkelompok mencocokkan kartu pecahan yang senilai
Pengamatan Kolaborator mengisi lembar observasi aktivitas guru dan murid, lalu murid mengerjakan tes di akhir siklus
Refleksi Membandingkan hasil dengan indikator keberhasilan dan menentukan perbaikan untuk siklus II

Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dokumentasi, dan bila perlu angket atau wawancara singkat. Data tes dianalisis secara deskriptif kuantitatif, misalnya rata-rata nilai dan persentase murid yang mencapai KKTP. Catatan observasi dianalisis secara kualitatif.

Indikator keberhasilan

Indikator keberhasilan ditetapkan sebelum penelitian dimulai, bukan setelah melihat hasil. Contoh rumusannya: penelitian dinyatakan berhasil jika sekurang-kurangnya 80% peserta didik mencapai KKTP dan aktivitas belajar murid berada pada kategori baik. Angka tersebut hanya contoh. Tentukan target yang menantang tetapi masuk akal untuk kelas Anda, lalu diskusikan dengan kepala sekolah atau pembimbing. Jika sekolah Anda masih memakai istilah KKM, sesuaikan istilahnya.

Bab IV, Bab V, dan Hal yang Sering Terlupa

Bab IV memaparkan kondisi awal, hasil setiap siklus, dan pembahasan tentang mengapa hasil meningkat atau belum meningkat. Bab V berisi simpulan yang menjawab rumusan masalah serta saran yang bisa dilaksanakan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Gunakan data asli. Jika siklus I belum mencapai indikator, itu wajar. Justru di situlah fungsi refleksi.
  • Minta izin dan jaga privasi. Laporkan rencana penelitian kepada kepala sekolah, tulis nama murid dengan inisial atau nomor, dan minta izin sebelum memakai foto mereka.
  • Lengkapi lampiran. Sertakan modul ajar, instrumen, lembar observasi yang sudah diisi, daftar nilai, dan dokumentasi kegiatan.
  • Ikuti pedoman yang berlaku. Format laporan bisa berbeda antara sekolah, dinas pendidikan, dan panitia lomba, jadi cek pedoman dari pihak yang meminta laporan Anda.

PTK yang baik tidak harus rumit. Yang penting, masalahnya nyata, tindakannya masuk akal, dan datanya jujur. Mulailah dengan mencatat satu masalah yang paling sering Anda temui di kelas minggu ini, lalu pikirkan media sederhana yang bisa membantu murid memahaminya. Dari catatan itulah PTK Anda bisa dimulai.

Bacaan Lanjutan

  • Google Scholar: untuk mencari jurnal dan hasil PTK lain sebagai bahan kajian pustaka.
  • Kemendikdasmen: kebijakan dan informasi resmi pendidikan dasar dan menengah.