Sudut Edu

Ketika Tidak Ada yang Mendukungmu, Apa yang Harus Dilakukan?

1 Oktober 2022 ยท Edu News

Ada masa ketika kamu sudah yakin pada sebuah pilihan, tetapi orang-orang di sekitarmu diam, meragukan, bahkan menertawakan. Mungkin kamu ingin kuliah di jurusan seni rupa sementara keluarga berharap kamu menjadi perawat, atau kamu ingin ikut lomba debat lalu teman sebangku bilang itu buang waktu. Rasanya sepi, dan wajar kalau kamu mulai ragu pada dirimu sendiri.

Akui Dulu Perasaanmu

Kecewa, marah, sedih, malu. Semua perasaan itu wajar muncul ketika orang yang kamu harapkan justru tidak berdiri di sampingmu. Kamu tidak perlu pura-pura kuat atau memaksa diri langsung baik-baik saja.

Cobalah menuliskan apa yang kamu rasakan di buku catatan atau aplikasi catatan di ponsel. Tulis saja apa adanya, misalnya "Aku kesal karena Ayah tidak mau mendengar alasanku." Perasaan yang sudah diberi nama biasanya lebih mudah dikelola daripada perasaan yang dipendam. Setelah lebih tenang, barulah kamu bisa berpikir jernih tentang langkah berikutnya.

Cari Tahu Alasan di Balik Penolakan

Kurangnya dukungan sering lahir dari rasa khawatir, bukan dari rasa tidak sayang. Orang tua yang menolak rencanamu kuliah di luar pulau mungkin sedang memikirkan biaya, atau takut kamu kesulitan hidup jauh dari rumah. Teman yang mengejek pilihanmu bisa jadi hanya belum paham apa yang sedang kamu kejar.

Ajak mereka bicara pada waktu yang tepat, misalnya saat suasana santai, bukan ketika sedang ada masalah lain. Tanyakan apa yang membuat mereka ragu, lalu dengarkan sampai selesai. Setelah itu, jelaskan rencanamu dengan konkret:

  • langkah apa saja yang akan kamu tempuh,
  • berapa kira-kira biaya dan waktu yang dibutuhkan,
  • apa rencana cadanganmu jika jalan pertama tidak berhasil.

Orang dewasa cenderung lebih tenang ketika melihat bahwa kamu sudah memikirkan pilihanmu dengan serius.

Perlu diingat juga, tidak semua kritik itu menjatuhkan. Ada kritik yang berisi masukan berharga, meski disampaikan dengan cara yang kurang enak. Kalau wali kelas bilang nilai matematikamu belum cukup untuk jurusan teknik, anggap itu informasi yang bisa kamu perbaiki, bukan vonis akhir.

Jadilah Pendukung Pertama untuk Dirimu

Dukungan dari luar memang menyenangkan, tetapi langkahmu tidak bisa sepenuhnya bergantung pada orang lain. Beberapa kebiasaan ini bisa membantu.

  • Tulis alasanmu. Buat satu halaman tentang mengapa tujuan ini penting bagimu. Baca lagi saat semangatmu turun.
  • Pecah tujuan besar menjadi langkah kecil. "Masuk perguruan tinggi impian" terasa jauh. "Mengerjakan sepuluh soal latihan setiap malam" bisa kamu mulai hari ini juga.
  • Catat kemajuanmu. Centang setiap langkah yang selesai. Di hari-hari berat, daftar itu mengingatkan bahwa kamu sebenarnya sudah bergerak.
  • Perhatikan cara kamu berbicara pada diri sendiri. Ganti "aku memang tidak bisa" dengan "aku belum bisa, dan sedang belajar".

Temukan Dukungan di Tempat Lain

Tidak didukung oleh orang tertentu tidak sama dengan tidak didukung oleh siapa pun. Kadang kamu hanya perlu mencarinya di tempat lain.

  • Guru BK atau wali kelas. Mendampingi siswa merencanakan masa depan adalah bagian dari tugas mereka. Banyak siswa baru menyadari hal ini menjelang lulus.
  • Ekstrakurikuler dan komunitas. Klub sains, sanggar tari, komunitas menulis, tim futsal, atau karang taruna bisa mempertemukanmu dengan orang yang punya minat sama.
  • Kakak kelas dan alumni. Mereka yang sudah menempuh jalan serupa bisa memberi gambaran nyata, termasuk kesulitannya.
  • Satu teman yang bisa dipercaya. Kamu tidak butuh banyak orang. Satu orang yang mau mendengarkan sudah sangat berarti.

Kalau kamu bergabung dengan komunitas daring, pilih yang jelas pengelolanya, jangan membagikan data pribadi, dan waspadai siapa pun yang menjanjikan hasil instan.

Biarkan Langkahmu yang Berbicara

Berdebat terus-menerus jarang mengubah pendapat orang. Yang biasanya lebih meyakinkan adalah konsistensi. Bayangkan seorang siswa yang ingin menjadi desainer grafis, sementara keluarganya menganggap itu sekadar hobi. Ia mulai membuat poster untuk acara OSIS, lalu dimintai tolong membuat undangan hajatan oleh tetangga. Pelan-pelan keluarganya melihat bahwa keterampilan itu nyata dan berguna.

Tetapkan juga waktu untuk mengevaluasi rencanamu, misalnya setiap akhir semester. Jika ternyata arahnya perlu diubah, itu bukan kegagalan. Menyesuaikan arah adalah bagian dari belajar mengambil keputusan secara dewasa.

Kapan Perlu Meminta Bantuan

Merasa sendirian sesekali itu wajar. Namun, kalau perasaan sedih berlangsung lama, kamu sulit tidur, kehilangan minat pada hal yang biasanya kamu sukai, atau muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri, jangan dipendam. Segera bicarakan dengan guru BK, orang dewasa yang kamu percaya, atau datangi layanan kesehatan terdekat seperti puskesmas. Meminta tolong adalah tanda bahwa kamu peduli pada dirimu sendiri.

Tidak ada yang mendukungmu hari ini bukan berarti akan selalu begitu. Mulailah dari satu langkah kecil minggu ini, temukan satu orang yang mau mendengarkan, dan terus catat kemajuanmu. Dukungan sering datang belakangan, setelah orang-orang melihat kamu tetap berjalan.

Bacaan Lanjutan

  • Ayo Sehat Kemenkes: informasi resmi Kementerian Kesehatan tentang kesehatan fisik dan mental.